Laman

27 June 2016

Makalah Aliran Seni Lukis Dadaisme,Surealisme,Pop Art


Kali ini ane akan posting tentang makalah yang berjudul : makalah aliran seni lukis Dadaisme, Surealisme, Pop Art dan Optical Art.
Penyusun : Nurul Huda
Dipublikasikan oleh : M.Soni Setiawan

KATA PENGANTAR
 Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahnya dan tidak lupa kami mengucapkan shalawat serta salam kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW sehingga pada saat ini diberikan kemudahan untuk menyelesaikan makalah Aliran Seni Lukis ini dengan baik dan tepat waktu. Dengan terselesainya makalah pantun ini tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat :
·         M. Hannas Suhhamto S.Pd selaku kepala sekolah.
·         Notho S.Pd selaku wali kelas XII IPA-2.
·         Sapuan S.Pd selaku wali guru pengajar Seni Budaya.
·         Kedua orang tua yang senantiasa mendukung dan memberikan do’a serta semangat baik moral maupun spiritual
·         Teman-teman dan pihak lain yang senantiasa mendukung dan membantu kami dalam menyelesaikan makalah pantun ini.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah pantun ini masih jauh dari kesempurnaan, maka kami mohon saran dan kritiknya, sehingga dapat bermanfaat bagi penulis khususnya.
                                                                                    Lamongan, 13 Januari 2016


                                                                                                                                   Penulis
DAFTAR ISI

JUDUL
KATA PENGANTAR ............................................................................................. 1
DAFTAR ISI ............................................................................................................ 2
BAB I Pendahuluan
1        latar belakang ................................................................................................ 3
2        rumusan masalah ........................................................................................... 3
3        tujuan ............................................................................................................ 3
BAB II Pembahasan
1.      Dadaisme....................................................................................................... 4
2.      Surealisme...................................................................................................... 6
3.      Pop Art.......................................................................................................... 8
4.      Optical Art..................................................................................................... 10
BAB III Penutup
1.      Kesimpulan ................................................................................................... 12
2.      Saran.............................................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 13

PENDAHULUAN
1.      Latar belakang
Pengaruh barat pada aliran seni lukis modern muncul di Eropa pada abad ke – 19 yang dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan di bidang ilmu dan teknologi. Penemuan teori – teori baru itu kemudian di jadikan kaidah seni yang berlaku dalam ikatan kelompok pendukungnya, maka lahirlah suatu aliran atau paham dalam seni.
2.      Rumusan masalah
1)      Apa yang dimaksud aliran Dadaisme?
2)      Apa yang dimaksud aliran Surealisme?
3)      Apa yang dimaksud aliran Pop Art?
4)      Apa yang dimaksud aliran Optical Art?
3.      Tujuan
1.      Untuk mengetahui aliran Dadaisme
2.      Untuk mengetahui aliran Surealisme
3.      Untuk mengetahui aliran Pop Art
4.      Untuk mengetahui aliran Optical Art
PEMBAHASAN
A.    Dadaisme
Gerakan dadaisme adalah aliran pemberontak yang menolak cara berpikir “seni adalah sesuatu yang tinggi, yang mahal, yang serius, complicated dan ekslusif”. Mereka menolak keadaan frame berpikir tersebut karena seni semacam itu adalah milik kaum menengah ke atas yang memiliki estetika semu. Menurut Soedarso Sp dalam bukunya yang berjudul Sejarah Perkembangan Seni menyebutkan bahwa nama DADA ini diambil dengan secara sepontan atau dengan cara langsung dari sebuah kamus Bahasa Jerman – Perancis dan yang kebetulan mempunyai arti “Bahasa anak – anak untuk menyebutkan kedamaian”. (Soedarso Sp, 1990:115). Sementara menurut RA Murianto dalam bukunya Tinjauan Seni, bahwa arti kata Dada itu dalam Bahasa Perancis yaitu berarti mainan anak – anak yang berbentuk seperti kuda – kudaan atau kata pertama yang diucapkan seorang bayi (RA Murianto, 1984:78). Ada pun menurut Trizan Tzara yaitu dia seorang Dadais terkemuka menyatakan secara lebih rinci tentang risalah Manifesto Dada pada tahun 1918, bahwa kata Dada tersebut memiliki banyak sekali arti seperti nama lembu suci kaum negro di Kroo; ada juga arti lain dalam beberapa daerah di Italia yaitu panggilan ibu dan bentuk balok; serta ungkapan tanda setuju di Rumania dan Rusia.
Ciri khas Dadaisme : Pada dasarnya Dadasime tidaklah memiliki ciri khas tersendiri dalam setiap karyanya atau tidak seperti yang dimiliki oleh gerakan – gerakan seni lain yang sangat jelas ciri khas pada karya yang dibuatnya, sedangkan dadaisme dalam proses pembuatannya sering kali diartikan seperti mengeluarkan ide – ide celaan dan kemarahan besar atau disebut juga dengan ungkapan ekspresi dan memasukannya ke dalam karya seni, yang menjadikan Nampak aneh namun hasilnya tersebut menjadi terlihat sangat nyata.
Karakteristik karya : Akibat mekanisasi dan perkembangan teknologi – terutama mesin pembantai dalam perang yang mereka alami, mereka para dadaisme menunjukan rasa protes mereka pada karya – karya mereka yang ditampilkan pada saat itu, jadi karya seni yang mereka tampilkan bersifat :
Ø  Sinis :karya yang mereka tampilkan bersifat mengejek atau memandang rendah perkembangan politik pada massa itu.
Ø  Banal :Beberapa sajak atau puisi yang lemah mereka tampilkan, namun disisi lain isi dari puisi itu sangatlah mempunyai makna yang sangat kasar sekali.
Ø  Nihilistic :Mereka tidak menjadikan dirinya sebagai bagian dari salah satu aliran seni yang sudah ada pada saat itu.
Ø  Intiutif dan emotif :Karyanya bersifat bebas, sesuka hati, namun memiliki nilai emosional atau
Ø  Parodik : Karyanya sengaja meniru gaya, kata penulis, atau pencipaan laindengan maksud mencari efek kejenakaan.
Ø  Aneh : Karyanya seba aneh seperti mengkopi lukisan monalisa tapi di kasih kumis. Tempat kencing di beri judul “dan di pamerkan”.
Ø  Humorik: Mengandung nilai humor, ini terlihat dari karya – karyanya yang dihasilkan oleh para dadais
Ø  Anti-kaidah tradisonal : Melepaskan diri dari otomatisme berkesenian. Bahkan menjadi Anti seni
Karya – Karya Dadaisme : Karya dadaisme meliputi bermacam – macam media atau multi media. Seni adalah cara berekspresi yang tidak dibatasi oleh medium. Karya – karya dadaisme diantaranya yaitu :
a)      Nude Descending a Staircase (Marcel Duchamp)
[gambar]

b)      La Tentation de Saint Antoine (Salvador Dali)
[gambar]
B.     Surealisme
Surealisme adalah suatu aliran seni yang menunjukkan kebebasan kreativitas sampai melampaui batas logika. Surealisme juga dapat didefinisikan sebagai gerakan budaya yang mempunyai unsur kejutan sebagai ungkapan gerakan filosofis. Surealisme merupakan suatu karya seni yang menggambarkan suatu ketidak laziman, oleh karena itu surealisme dikatakan sebagai seni yang melampaui pikiran atau logika. Karya seni surealisme ini hanya dapat ditafsirkan oleh seorang seniman yang menciptakannya dan sangat sulit bagi seseorang untuk menafsirkan karya seni surealisme tersebut, karena pada hakikatnya surealisme bersifat tidak beraturan atau alurnya melompat-lompat. Adapun definisi lain yang menyatakan bahwa surealisme adalah sebuah sebuah lukisan realisme atau naturalisme yang berupa daya khayal dan sesuatu yang tidak mungkin atau merupakan sebuah mimpi. Asal kata surealisme pertama kali muncul pada catatan tentang balet parade, pada tahun 1917 yang ditulis oleh Guillaume Apolliuaire dalam karyanya “Super Realisme” atau surealisme.
Ciri - ciri Surealisme:
Ø  Lukisan aneh dan asing.
Ø  Penuh dengan fantasi dan khayalan.
Tokoh – Tokoh aliran surealisme
Ø  Salvador Dali
Berikut ini adalah beberapa karya dari Salvador Dali :
“The Persistence of Memory” (1931)
[gambar]
“Metamorpus Narcisscus” (1937)
[gambar]
Ø  Rene Magritte
“The Lovers 1928”
[gambar] Imej sepasang kekasih yang mukanya bertutup menunjukkan bahwa cinta itu buta. Magritte menjelaskan di dalam lukisan ini mengenai misteri dan persepahaman antara kekasih yang tidak diketahui.
Ø  Max Ernst
“The Elephant Celebes” 1921
[gambar]

C.    Pop Art
Pop art pada dasarnya berasal dari istilah Popular Culture, yaitu sebuah ungkapan untuk menggambarkan sebuah budaya yang lebih berkaitan dengan hiburan, komersial, dan sifatnya non formal. Pop Art adalah suatu gerakan dalam seni modern yang meniru metode, gaya, dan tema dari budaya populer dan media massa, seperti komik, iklan, dan fiksi ilmiah. Pop Art mensasarkan kepada penonton yang luas dan pop art merupakan bentuk perluasan subjek seni yang berasal dari (kemasan) desainer grafik kemasan, tanda, billboard dan iklan.
Tokoh – Tokoh aliran pop art :
Roy Lichtenstein : Roy Lichtenstein mendasarkan karyanya pada buku komik. Lichtenstein mengambil frame gambar yang kecil dengan pola titik-titik warnanya, kemudian membesarkannya menjadi gambar yang monumental. Lichtenstein juga menerapkan proses mekanik dalam seni periklanan.
Andy Warhol : Andy Warhol merupakan seniman Pop yang paling terkenal. Ia menggunakan budaya populer dan dunia periklanan sebagai sumber tema karyanya. Gambar objek-objek yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dibuat menjadi karya seni rupa yang penting. Karyanya tampak impersonal (tidak mempribadi). Karya : Marilyn Monroe   [gambar]
Richard Hamilton : Merupakan tokoh yang penting dalam kelompok seniman London yang tertarik dengan budaya populer Amerika.  Karya kolase Hamilton yang berjudul Just What Is It That Makes Today’s Home So Different, So Appealing?, dianggap banyak berisi unsur-unsur Pop Art yang muncul kemudian di Amerika Serikat. Kolase ini mengandung unsur-unsur seperti label dagang, logo produk, dan bagian yang ditonjolkan dalam buku komik. Bahkan kata pop muncul dalam karya ini. “Just What is it that makes today’s homes so different, so appealing?” (Seni Rupa Pop di Inggris).
[gambar]
[gambar]
Karakteristik atau ciri-ciri Pop Art :
Ø  Pop Art diterapkan oleh teknik dan tema yang diambil dari budaya masa populer.
Ø  Warna yang paling banyak digunakan ialah warna-warna primer dan warna komplementer yang mencolok, serta bermacam-macam warna high contras.
Ø  Garis yang terlihat dari Pop Art jelas dan merupakan representasi simbol, menggunakan teks berukuran besar dengan outline yang tegas.
Ø  Pada fesyen, Pop Art biasanya dibuat melalui teknik sablon atau saring.
Ø  Menggunakan elemen yang terdapat di komik seperti balon.
Ø  Pada dunia fesyen, Pop Art biasanya diaplikasikan pada sepatu, dan ikon seperti layout komik. Pada desain jacket dan t-shirt yang menggunakan ikon khas Pop Art seperti adanya gelembung dan tambahan kalimat.

D.    Op art (optical art)
Op art (optical art), disebut juga retinal art, yaitu corak seni lukis yang penggambarannya merupakan susunan geometris dengan pengulangan yang teratur rapi, bisa seperti papan catur. Op art, juga dikenal sebagai seni optik, yaitu gaya seni rupa yang menggunakan ilusi optik. Seni op dipengaruhi oleh hasil kerja visual yang dijalankan oleh ahli psikologi dan saintis. Tokoh-tokoh op art: Victor Vasareley, Bridget Riley, Yaacov Agam, Josef Alberf, Richard Allen, Getulio Alviani dan Tony Delap.
Ciri-ciri op art:
Ø  Karya seni op art boleh mengelirukan pandangan mata
Ø  Kebanyakan berbentuk geometrik
Ø  Pemilihan garisan, warna dan bentuk dilakukan dengan berhati-hati untuk mendapat kesan yang maksimum
Ø  Mempunyai ruang positif dan ruang negatif

Contoh Karya Optical art (Op art)
[gambar]
[gambar]
[gambar]
[gambar]

PENUTUP
1.      Kesimpulan
Gerakan dadaisme adalah aliran pemberontak yang menolak cara berpikir “seni adalah sesuatu yang tinggi, yang mahal, yang serius, complicated dan ekslusif”. Mereka menolak keadaan frame berpikir tersebut karena seni semacam itu adalah milik kaum menengah ke atas yang memiliki estetika semu. Surealisme adalah suatu aliran seni yang menunjukkan kebebasan kreativitas sampai melampaui batas logika. Surealisme juga dapat didefinisikan sebagai gerakan budaya yang mempunyai unsur kejutan sebagai ungkapan gerakan filosofis. Pop Art adalah suatu gerakan dalam seni modern yang meniru metode, gaya, dan tema dari budaya populer dan media massa, seperti komik, iklan, dan fiksi ilmiah. Op art (optical art), disebut juga retinal art, yaitu corak seni lukis yang penggambarannya merupakan susunan geometris dengan pengulangan yang teratur rapi, bisa seperti papan catur. Op art, juga dikenal sebagai seni optik, yaitu gaya seni rupa yang menggunakan ilusi optik. Seni op dipengaruhi oleh hasil kerja visual yang dijalankan oleh ahli psikologi dan saintis. Tokoh-tokoh op art: Victor Vasareley, Bridget Riley, Yaacov Agam, Josef Alberf, Richard Allen, Getulio Alviani dan Tony Delap.
2.      Saran
Demikian Makalah yang dapat kami buat, semoga bermanfaat. Jika ada kekurangan mohon dimaafkan. Jika ada kritik dan saran mohon disampaikan karena kritik dan saran anda sangat berguna bagi perbaikan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

artikel terkait : makalah aliran seni lukis Dadaisme, makalah aliran seni lukis surealisme, contoh makalah gaya seni lukis pop art dan optical art, makalah seni lukis dadaisme dan surealisme.




Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Kolom komentar terdapat opsi anonim